

Anak
Lagu-lagu yang easy listening pun membuat anak-anak mengikuti beberapa lagu yang diluncurkan di beberapa acara musik. Saya hanya bisa tersenyum, melihat tetangga saya sekitar Tk menyanyi lagu Iwak peyek.
Tahukah anda saya pun mempunyai keponakan berumur 1,5 tahun, yang masih belajar untuk mengucapkan kata-kata yang mudah dicerna, dia bernyanyi yek..yek…maksudnya iwak peyek. Dengan lucunya. Mungkin karena sering di putar di televisi secara terus menerus jadi dia mengikutinya walau kurang jelas untuk di dengar, tapi begitulah fenomenalnya.
Tetapi keponakan saya ini, juga saya ajarkan untuk bernyanyi lagu anak-anak, lagunya Joshua cit..cit..cuit, pasti tidak banyak anak
Jujur saya suka sekali anak kecil. Saya di kellingi anak kecil, dari tetangga sampai saudara sendiri. Ada pengalaman lagi ketika lagu 7 icons beredar, anak SD kelas 3 dan 4 datang ke rumah. Saya lagi asyik browsing internet., dia ambil handpone saya. “Mbak…punya lagu playboy 7 icons?”
Saya sendiri tidak tahu lagu apa itu, ternyata lagunya jadi famous di tv. Batin saya, saya kalah sama anak SD, terlalu kuper diri ini.
Fenomenal lagu yang Easy listening ini pun membuat perkembangan beberapa anak menyenangi lagu-lagu pop ketimbang lagu anak-anak. Ada beberapa anak yang dewasa sebelum waktunya, sudah mengerti cinta, galau dan pacaran. Sehingga menyimpang dari pergaulan.
Bahkan kalau kita lihat banyak juga artis cilik di zaman sekarang, seperti Umay. Baim, dan Afika. Tetapi apakah mereka mengerti lagu anak-anak? Mungkin sudah bergeser. Contohnya Afika kalau ditanya suka siapa? Di salah satu acara gossip , dia sangat menyenangi Smash katanya. Tetapi, di acara talk show malam di acara televisi, saya bangga juga, karena betapa lucu dan lantang, dia menyanyi “Kemarin paman datang…pamanku dari desa…”
Hebatnya masih ada artis cilik yang bisa lantang menyanyi lagu anak-anak.
Acara-acara anak pun kini menjadi minim, lebih banyak acara musik dari pagi,siang dan sore. Saya juga jenuh dan bosen sebenarnya melihat acara telivisi yang menoton seperti itu. Sebaiknya acara-acara anak dimunculkan kembali di masing-masing statiun televisi. Bahkan, hari Minggu lebih banyak acara musik pop tersebut, kartun Doraemon, kartun Sinchan? Pada kemana ya?
Untuk mengontrol agar anak-anak mengenal lagu cilik saran saya sebagai berikut bagi orang tua:
1. Kenalkan lagu anak sejak dini dibanding lagu-lagu pop.
2. Kontrol perkembangan anak
3. Mengawasi anak ketika sedang menonton acara telivisi. Pilihlah acara yang baik utuk anak.
4. Berani menegur anak ketika anak menyanyi lagu yang kurang pas untuk seusianya.
Bagi pengontorol dunia hiburan saran saya:
1. Menyeimbangkan acara anak dan dewasa, pada jam tertentu.
2. Menyaring potensi bintang cilik, untuk menyanyikan lagu-lagu anak, bukan lagu orang dewasa.
3. Bagi pencipta lagu, buatlah lagu anak-anak yang easy listening., mungkin nadanya kpop tetapi berisi lirik pesan untuk anak
Buat saya anak
Berikut ini Anak
Pak Amir membeli mangga
Tetapi diumpetin karena rahasia
Saya bangga melihat anak Indonesia
Bernyanyi lagu anak-anak dengan gembira
Maju anak

kayaknya yang mereka lebih pentingkan itu sisi komersial deh jadi ya gini.... -__-
BalasHapus:D
BalasHapushehe maksi ud tgl komentar
btw bantu vote aku ya
hiburan sekarang kebanyakan jualan sensasi dibanding esensi mirip dagelan norak yang gk bermutu n mendidik tunas muda kearah jurang kegalauan yg menghilangkan jati diri asli bangsa ini...
BalasHapusperan pemerintah yg membatu dengan hal ini kerena uang...
TURUT PRIHATIN TERUS BERKARYA UNTUK ANAK NEGRI INI RATRI.W